Minggu, 31 Maret 2013

Telaah Buku Teks Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs Kelas VII



Telaah Buku Teks Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs Kelas VII 
    
Dalam telaah kurikulum dan buku teks ini, kami akan mencoba menelaah salah satu buku teks berjilid dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia yang dipergunakan di kelas satu Sekolah Menengah Pertama yakni, Buku Pelajaran Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs kelas VII. Pertama-tama mari kita perhatikan data-data mengenai buku tersebut. Gambaran singkat mengenai identitas buku itu dapat diungkapkan sebagai berikut:
1.      Judul Buku      : Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs Kelas VII
2.      Pengarang       : Ade Husnul, M. Hum 
  Meti Istimurti, M. Pd
3.      Cetakan           : Pertama
4.      Tahun terbit     : 2009
5.      Penerbit           : Pelangi Indonesia
6.      Tempat terbit   : Tangerang
7.      Ditujukan untuk: SMP/MTs Kelas Satu
Buku tersebut akan ditelaah dengan menggunakan pedoman atau kriteria penelaahan buku teks. Butir-butir kriteria telaah buku teks tersebut berisi pendekatan, tujuan, materi, metode, media, dan evaluasi. Bagian akhir penelaahan akan diikuti oleh analisis kesesuaian materi buku teks dengan standar isi. Hasil penelaahan tergambar seperti berikut ini.
1.      Pendekatan
Pendekatan yang digunakan oleh para penulis dalam buku teks “Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs Kelas VII” menampakkan diri pada tiga komponen proses belajar mengajar. Komponen-komponen tersebut adalah tujuan, bahan dan metode. Penulis menyadari bahwa semua pengajaran, termasuk pengajaran bahasa Indonesia di tingkat SMP/MTs, harus membimbing dan membekali anak didik pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai. Ini menunjukkan bahwa tujuan bahasa Indonesia terpadu atau integratif. Dari segi bahan, terlihat bahwa setiap pelajaran dalam buku tersebut mengetengahkan empat pokok bahasan, yakin:
a)      Berbicara;
b)      Membaca;
c)      Menulis;
d)     Tata bahasa.
Keempat butir ini akan disajikan dalam setiap pelajaran secara terpadu pula. Dari segi metodologi, kita melihat bahwa penyajian selalu dititik-beratkan kepada pelatihan penggunaan bahasa tanpa meninggalkan tata bahasa dengan pendekatan Struktural Fungsional Analitik Sintetik.    

2.      Tujuan
Secara umum, para penulis buku teks “Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs Kelas VII” menyadari bahwa semua pengajaran harus membimbing dan membekali siswa pengetahuan, keterampilan, dan nilai serta sikap. Ini berarti bahwa tujuan pengajaran Bahasa Indonesia adalah agar sisiwa mempunyai:
a)      Pengetahuan mengenai bahasa Indonesia;
b)      Keterampilan berbahasa Indonesia;
c)      Nilai serta sikap yang baik dan positif terhadap bahasa Indonesia.
Para siswa SMP/MTs adalah calon siswa sekolah menengah atas. Oleh karena itu, pengajaran bahasa Indonesia di SMP/MTs harus mematangkan pengetahuan siswa sebagai bekal menghadapi pembelajaran di sekolah menengah atas. Bagi siswa lulusan SMP/MTs yang terjun dalam kehidupan masyarakat, mereka dituntut untuk terampil berbahasa Indonesia.  

3.      Materi
Dalam penelaahan pendekatan yang digunakan tim pengarang buku teks Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs Kelas VII di atas, sudah disinggung bahwa pokok bahasan dalam setiap pelajaran meliputi:  berbicara, membaca, menulis, kesusastraan, dan tata bahasa. Sekarang, mari kita perinci isi setiap butir mulai dari pelajaran pertama sampai pelajaran kedelapan. Isi lengkap dari setiap pokok bahasan adalah sebagai berikut:

a.       Berbicara
Pokok bahasan berbicara berisi bahan, materi, uraian atau penjelasan yang berkenaan dengan:
1.      Menceritakan pengalaman;
2.      Menyampaikan pengumuman;
3.      Bercerita;
4.      Bercerita dengan alat peraga;
5.      Menceritakan tokoh idola;
6.      Bertelepon;
7.      Menanggapi pembacaan cerpen;
8.      Menjelaskan hubungan latar cerpen dengan realitas sosial.

b.      Membaca
Pokok bahasan membaca berisi bahan, materi, uraian atau penjelasan mengenai berbagai hal. Judul-judul bahan bacaan berikut ini dapat memberikan gambaran luas cakupan materi yang disajikan. Bahan bacaan selalu pula diikuti tugas, pertanyaan dan pelatihan. Judul-judul bacaan adalah:
1.      Denias: Kisah yang Biasa, Film yang Tidak Biasa;
2.      Minuman Kemasan, Berbahaya!;
3.      Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
4.      Sepeda Persahabatan;
5.      Ismail Marzuki;
6.      Kewirausahaan Harus Dibina sejak Dini;
7.      Pancaran Hidup;
8.      Temanku Pengamen Cilik.

c.       Menulis
Pokok bahasan menulis berisi bahan, materi, uraian atau penjelasan yang berkenaan dengan:
1.      Catatan buku harian;
2.      Surat pribadi;
3.      Pengumuman;
4.      Pantun;
5.      Pokok-pokok cerita dari dongeng;
6.      Mengubah teks wawancara menjadi narasi;
7.      Pesan singkat;
8.      Menuangkan pengalaman ke dalam bentuk puisi.

d.      Tata bahasa
Pokok bahasan tata bahasa berisi bahan, materi, uraian atau penjelasan yang berkenaan dengan:
1.      Kalimat berita;
2.      Imbuhan –kan, -an, -i;
3.      Kata sifat dan kata keterangan;
4.      Denotasi dan konotasi;
5.      Kalimat langsung dan kalimat tidak langsung:
6.      Imbuhan se-;
7.      Kata berantonim dan berpolisemi;
8.      Awalan pe-.

4.      Metode
Buku teks disusun berdasarkan atau untuk melaksanakan prinsip-prinsip yang terkandung dalam kurikulum yang berlaku di sekolah. Hal ini karena buku teks harus mengikuti berbagai tuntutan kurikulum. Di antara berbagai tuntutan kurikulum itu, satu diantaranya, menyangkut metode atau teknik penyajian materi. Idealnya, teknik penyajian bahan dalam buku teks pun harus bervariasi. Akan tetapi, hal ini sering tidak terpenuhi oleh pengarang buku teks disebabkan oleh berbagai hal, satu di antaranya keterbatasan tempat dan halaman buku.    
Menurut pengamatan penulis, metode penyajian atau penyampaian bahan dalam buku teks “Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs Kelas VII ” tidak monoton, walaupun harus diakui tidak pula banyak variasi. Beberapa di antara teknik penyajian bahan itu adalah:
a)      Penjelasan (informal), misalnya menyimak dongeng yang terdapat di unit 3 hal 39;
b)      Penugasan misalnya bercerita dengan alat peraga yang terdapat di unit 4 hal 65; 
c)      Pelatihan, misalnya membaca cepat yang terdapat di unit 2 hal 24;
d)     Mandiri misalnya mendengarkan dan memahami isi wawancara yang terdapat di unit 5 hal 83;
e)      Diskusi, misalnya menyimpulkan isi berita yang terdapat di unit 1 hal 5;
f)       Inquiri misalnya bertelepon yang terdapat di unit 6 hal 102;
g)      Dan lain-lain.
Bagi mereka yang jeli membaca GBPP mata pelajaran bahasa Indonesia, Kurikulum 1984, paling sedikit ada sebelas metode penyampaian bahan yang tertera di sana. Untuk menyegarkan ingatan kita, penulis mencantumkan sekali lagi metode pengajaran yang dianjurkan oleh Kurikulum1984, seperti berikut ini.
a)      Ceramah;
b)      Penjelasan (informasi);
c)      Pelatihan;
d)     Penugasan;
e)      Mandiri;
f)       Kerja kelompok;
g)      Diskusi;
h)      Simulasi;
i)        Dramalisasi;
j)        Inkuiri;
k)      Karyawisata.
(GBPP bahasa Indonesia, Kurikulum 1984)  
5.      Media
Media pengajaran dalam perkembangannya sudah sampai kepada teknologi pendidikan. Fungsi media pengajaran untuk memperjelas materi yang disampaikan kepada siswa. Pilihan dan penggunaan media pengajaran yang tepat menciptakan situasi  belajar mengajar yang menyenangkan dan merangsang. Jenis media pengajaran dapat beraneka ragam mulai dari benda aslinya, gambarnya, duplikatnya. Dapat pula dalam bentuk sederhana, seperti papan panel, berupa kertas, karton, yang berisi rangkuman, singkatan, tabel, diagram, dan sebagainya. Dapat pula dalam bentuk mewah, seperti TV, radio, dan film.
Media pengajaran dalam buku teks “Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs Kelas VII ” ada digunakan walaupun dalam bentuk sederhana dan variasi yang tidak begitu banyak. Di antara media pengajaran tersebut adalah:
a)      Berupa singkatan, rangkuman dalam kotak yang diberi nama catatan;
b)      Gambar;
c)      Grafik;
d)     Diagram pohon;
e)      Tabel;
f)       Media cetak seperti: surat kabar, majalah, dan lain-lain;
g)      Media elektronik seperti: televisi, radio, internet, dan lain-lain.

6.      Evaluasi
Evaluasi dalam buku teks “Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs Kelas VII ” digunakan cukup bervariasi. Evaluasi ini tidak semata-mata untuk mengukur prestasi siswa, tetapi juga sebagai metode  pengajaran yakni berupa tugas-tugas yang harus dikerjakan untuk memantapkan pengertian atau keterampilan berbahasa.
Setelah selesai pembahasan atau penjelasan berbicara, segera diikuti tugas, pelatihan, praktik yang relevan dengan isi berbicara. Begitu pula setelah selesai melaksanakan instruksi-instruksi dalam butir bacaan segera pula diikuti pertanyaan dan pelatihan tertentu yang sesuai dengan isi bacaan. Hal yang sama berlaku juga dalam butir membaca, menulis dan tata bahasa.
Berkait dengan tugas, pelatihan, dan praktik tersebut penulis catat berapa instruksi yang digunakan, seperti dalam butir:
a)      Berbicara;
1). Ceritakan kembali cerita tersebut di depan kelas dengan cara yang menarik (Pelajaran 4).
2). Ceritakan tentang tokoh idola kalian di depan kelas, tentan keunggulan atau kelebihannya disertai dengan alasan mengapa kalian mengidolakannya (Pelajaran 5).
b)      Membaca
1). Bacalah teks bacaan di atas dengan kecepatan minimal 200 kata/menit (Pelajaran 2)
2). Temukan gagasan utama yang terdapat dalam teks (Pelajaran 6).
c)      Menulis
1). Catatlah kejadian, pengalaman, dan perasaan yang kalian alami dalam seminggu dengan bahasa yang ekspresif (Pelajaran 1).
2). Tuangkan pengalaman kalian tersebut ke dalam bentuk puisi (Pelajaran 8).
d)     Tata bahasa
1). Buatlah lima kalimat yang masing-masing menggunakan kata sifat dan kata keterangan (Pelajaran 3).
2). Carilah 5 pasang kata yang berantonim dan berpolisemi, kemudian gunakan dalam kalimat (Pelajaran 7).

7.      Bahasa
Dari segi pemakaian bahasa Indonesia buku teks “Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs Kelas VII ” dapat dijadikan contoh teladan. Bebas dari kalimat yang berbelit-belit, pilihan kata cermat, gaya bahasa baku, penggunaan tanda baca relatif baik. Pendek kata, bahasa baku teks sangat komunikatif bagi para pelajar SMP/MTs.
Buku teks pada hakikatnya harus relevan dan menunjang kurikulum sekolah yang berlaku. Apalagi buku paket yang ditulis oleh pengarang tim menyesuaikan diri terhadap tuntutan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Buku paket seperti ini harus merupakan buku pelajaran utama yang dapat diikuti dan dijalankan oleh guru dalam mengelola dan melaksanakan proses belajar mengajar dalam mata pelajaran yang dipegang guru yang bersangkutan.
Sekarang, mari kita lihat relevansi buku pelajaran Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs Kelas VII dengan kurikulum yang berlaku, yakni Kurikulum 1975 dan 1984. Kurikulum 1975 menggunakan pendekatan tujuan. Urutan kegiatan pengajaran bermula dengan penetapan tujuan, materi, metode, media, dan evaluasi. Semua hal ini sudah tercantum dalam matriks GBPP mata pelajaran Bahasa Indonesia. Buku teks Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs Kelas VII ” menjelaskan bagaimana proses penyusunan, materi, atau pokok bahasan (berbicara, membaca, menulis, tata bahasa). Seharusnya, buku teks Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs Kelas VII ”sebagai sarana pelaksanaan kurikulum terdapat silabus.
Oleh karena itu, kita menyimpulkan buku teks Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs Kelas VII ” dapat berfungsi sebagai buku pokok, sebagai buku penunjang, atau sarana pelaksanaan. Bahan-bahan bacaan dalam buku teks Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs Kelas VII ” kebanyakan utuh atau lengkap. Ini tentu memberikan penambahan pengetahuan atau pengalaman yang utuh. Pokok bahasan berbicara menunjukkan bahwa tujuan pengajaran lebih condong kepada segi keterampilannya. Pokok bahasan membaca menunjukkan bahwa tujuan pengajaran lebih mengarah kepada pengetahuan. Pokok bahasan menulis memberikan gambaran arahnya lebih berat kepada segi keterampilannya. Demikian juga tata bahasa kegiatan lebih dititikberatkan kepada segi pengetahuannya.
Sebagian besar tugas-tugas, pelatihan, ataupun pertanyaan dalam buku ini berfungsi sebagai teknik pengajaran atau upaya membuat siswa belajar. Jadi, sebagai evaluasi, apalagi evaluasi hasil belajar masih perlu disusun kembali oleh guru pemakai buku teks. Mengenai metode dan media pengajaran walaupun belum maksimal dalam variasinya sudah cukup aneka ragam yang ditampilkan dalam buku teks tersebut.
Akhirnya, setelah penulis menelaah buku teks Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs Kelas VII ” dapat penulis simpulkan bahwa buku tersebut dapat memenuhi fungsi buku teks utama dan sudah memenuhi segala persyaratan, baik persyaratan yang didasarkan kepada tuntutan kurikulum, karakteristik mata pelajaran, atau ilmu yang relevan.      

8.      Analisis kesesuaian materi buku teks dengan standar isi.
Buku teks Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs Kelas VII  karangan Ade Husnul, M. Hum dan Meti Istimurti, M. Pd, yang diterbitkan oleh penerbit Pelangi Indonesia ini terdiri dari 8 unit materi pelajaran. Terdapat 35 kompetensi dasar yang dijabarkan dalam ruang lingkup materi pelajaran bahasa Indonesia, walaupun ada 1 materi yang tidak tertuang dalam kompetensi dasar. Unit 1 Seni Budaya terdiri atas 4 sub unit keterampilan berbahasa dan bersastra (bagian kesatu, kedua, ketiga, dan keempat), Unit 2 Kesehatan terdiri atas 4 sub unit keterampilan berbahasa dan bersastra (bagian kesatu, kedua, ketiga, dan keempat), Unit 3 Moral terdiri atas 5 sub unit keterampilan berbahasa dan bersastra (bagian kesatu, kedua, ketiga, keempat, dan kelima), Unit 4 Apresiasi Sastra terdiri atas 5 sub unit keterampilan berbahasa dan bersastra (bagian kesatu, kedua, ketiga, keempat, dan kelima), Unit 5 Media Massa  terdiri atas 4 sub unit keterampilan berbahasa dan bersastra (bagian kesatu, kedua, ketiga, dan keempat), Unit 6 Ekonomi terdiri atas 5 sub unit keterampilan berbahasa dan bersastra (bagian kesatu, kedua, ketiga, keempat, dan kelima), Unit 7 Pendidikan terdiri atas 4 sub unit keterampilan berbahasa dan bersastra (bagian kesatu, kedua, ketiga, dan keempat), Unit 8 Peristiwa Sosial terdiri atas 4 sub unit keterampilan berbahasa dan bersastra (bagian kesatu, kedua, ketiga, dan keempat).
Data dalam analisis ini diambil dari buku teks Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs Kelas VII. Buku teks ini disusun oleh Ade Husnul, M. Hum dan Meti Istimurti, M. Pd, berdasarkan pada KTSP dan diterbitkan tahun 2009. Buku ini berisi 160 halaman, termasuk kata pengantar, gambaran isi buku, daftar isi, daftar pustaka, glosarium, dan indeks. Warna dasar buku teks ini merah bergambar, akuarium, kursi, seorang laki-laki dewasa dan seorang anak kecil yang sedang mewawancarai laki-laki tersebut. Di sudut kanan atas tertulis pelangi. Bagian kiri berwarna oranye, kemudian bagian atas tengah tertulis Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs kelas VII. Di pojok kiri bawah tertulis Ade Husnul, Meti Istimurti serta di pojok kanan terdapat tulisan angka 1.
Pada materi pelajaran buku Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs Kelas VII dibagi atas 8 unit dan 35 kompetensi dasar. Setiap unit pelajaran terbagi menjadi beberapa bagian yang ditandai dengan bagian kesatu, kedua, ketiga, dan keempat. Tetapi tidak setiap unit merinci materi sampai bagian keempat, ada beberapa unit yang mengurai materi sampai bagian kelima. Selanjutnya, setiap unit pelajaran mengutamakan empat keterampilan berbahasa seperti mendengarkan, membaca, berbicara, menulis, serta keterampilan bersastra.
Secara eksplisit buku ini tidak menyebutkan materi dibagi menjadi dua semester tetapi penulis secara implisit menyimpulkan buku teks ini dibagi ke dalam dua semester. Hal itu berpatokan pada 8 unit tersebut. Jadi penulis berasumsi jumlah unit materi ini dibagi dua yakni unit 1-4 tergolong ke dalam semester 1 sedangkan unit 5-8 termasuk ke dalam semester 2.
Dalam analisis ini penulis mengelompokkan pokok materi buku teks ke dalam kompetensi dasar KTSP. Kompetensi dasar pembelajaran Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs Kelas VII dalam KTSP berjumlah 32 butir. Masing-masing butir dibagi atas 22 kemampuan berbahasa dan 10 kemampuan bersastra. Butir-butir ini dibagi menjadi 2 semester dengan proporsi yang berbeda. Semester 1 menampilkan semester 1 menampilkan 18 kompetensi dasar terdiri atas 13 aspek kebahasaan dan 5 aspek kesastraan. Selanjutnya, semester 2 menampilkan 9 kompetensi kebahasaan dan 7 kompetensi kesastraan, totalnya 16 kompetensi. Dengan demikian, kompetensi dasar yang tercakup dalam buku teks  Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs Kelas VII ini berjumlah 34 kompetensi dasar.
Tema yang dicantumkan dalam daftar isi 8 unit, setiap unit terdapat 4 sampai 5 aspek keterampilan berbahasa dan apresiasi sastra. Tema setiap unit yaitu: unit 1 Seni Budaya, unit 2 Kesehatan, unit 3 Moral, unit 4 Apresiasi Sastra, unit 5 Media Massa, unit 6 Ekonomi, unit 7 Pendidikan, unit 8 Peristiwa Sosial.
Dalam buku teks Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs Kelas VII menyajikan materi pembelajaran yang diisi oleh kegiatan melatih siswa dalam mendengarkan, membaca, berbicara, menulis dan bersastra. Seluruh kegiatan pembelajaran dalam buku ini diorientasikan pada kompetensi dasar yang termuat dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan mata pelajaran bahasa Indonesia. Pada unit 7 menulis kreatif tidak sesuai dengan kompetensi dasar kurikulum tingkat satuan pendidikan.     

TABEL 1
No
Kompetensi Dasar
Unit
Jumlah
%
Materi yang sesuai
1
2
3
4
5
6
7
8

Semester 1












Aspek Mendengarkan











1
Menyimpulkan dan menanggapi isi berita






2
5,8%
Unit 1 bagian 1 hal 3
Unit 2 bagian 1 hal 19
2
Menyimak dongeng







1
2,9%
Unit 3 bagian 1 hal 39
3
Memahami relevansi isi dongeng







1
2,9%
Unit 4 bagian 1 hal 63

Aspek Berbicara











4
Menceritakan pengalaman







1
2,9%
Unit 1 bagian 2 hal 6
5
Menyampaikan pengumuman







1
2,9%
Unit 2 bagian 2 hal 20
6
Bercerita







1
2,9%
Unit 3 bagian 2 hal 42
7
Bercerita dengan alat peraga







1
2,9%
Unit 4 bagian 2 hal 65

Aspek Membaca











8
Membaca memindai







1
2,9%
Unit 1 bagian 3 hal 8
9
Membaca cepat







1
2,9%
Unit 2 bagian 3 hal 24
10
Membacakan teks perangkat upacara







1
2,9%
Unit 3 bagian 3 hal 48
11
Menceritakan kembali cerita anak







1
2,9%
Unit 4 bagian 3 hal 69
12
Mengomentari buku cerita







1
2,9%
Unit 4 bagian 4 hal 73

Aspek Menulis











13
Menulis buku harian







1
2,9%
Unit 1 bagian 4 hal 10
14
Menulis surat pribadi







1
2,9%
Unit 2 bagian 4 hal 29
15
Menulis pengumuman







1
2,9%
Unit 3 bagian 4 hal 50
16
Menulis pantun







1
2,9%
Unit 3 bagian 5 hal 52
17
Menulis kembali dongeng yang pernah dibaca atau didengar







1
2,9%
Unit 4 bagian 5 hal 74

Semester 2












Aspek mendengarkan











18
Mendengarkan dan menuliskan isi wawancara






2
5,8%
Unit 5 bagian 1 hal 83
Unit 6 bagian 1 hal 101

19
Memahami dan menanggapi pembacaan puisi







1
2,9%
Unit 7 bagian 1 hal 119
20
Menyimak dan merefleksikan puisi







1
2,9%
Unit 8 bagian 1 hal 139

Aspek Berbicara











21
Menceritakan tokoh idola







1
2,9%
Unit 5 bagian 2 hal 88
22
Bertelepon







1
2,9%
Unit 6 bagian 2 hal 102
23
Menanggapi pembacaan cerpen







1
2,9%
Unit 7 bagian 2 hal 121
24
Menjelaskan hubungan latar cerpen dengan realitas sosial







1
2,9%
Unit 8 bagian 2 hal 139

Aspek Membaca











25
Membaca biografi tokoh







1
2,9%
Unit 5 bagian 3 hal 90
26
Menemukan gagasan utama







1
2,9%
Unit 6 bagian 3 hal 104
27
Membaca tabel/diagram







1
2,9%
Unit 6 bagian 4 hal 106
28
Membaca indah puisi







1
2,9%
Unit 7 bagian 3 hal 125
29
Menemukan realitas kehidupan anak dalam cerpen







1
2,9%
Unit 8 bagian 3 hal 147

Aspek Menulis











30
Mengubah teks wawancara menjadi narasi







1
2,9%
Unit 5 bagian 4 hal 93
31
Menulis pesan singkat







1
2,9%
Unit 6 bagian 5 hal 110
32
Menulis kreatif puisi pengalaman







1
2,9%
Unit 8 bagian 4 hal 148


Jumlah
32
98,6%
















Dari hasil data pada tabel di atas diperoleh informasi mengenai kesesuaian materi buku teks bahasa dan sastra Indonesia untuk SMP kelas VII dengan kompetensi dasar dalam KTSP sebagai berikut, kompetensi dasar kesatu yang berbunyi menyimpulkan dan menanggapi isi berita terdapat kesesuaian sebanyak 2 atau 5,8% materi. Materi yang sesuai dengan kompetensi dasar kesatu terdapat pada unit 1 (bagian 1, hal 3) dengan tema “Denias, Senandung di Atas Awan” Dibanjiri Penonton; unit 2 (bagian 1, hal 19) bertema 20 Dokter Singapura Baksos di Ubud.
            Kompetensi dasar kedua yang berbunyi menyimak dongeng terdapat kesesuaian sebanyak 1 atau 2,9% materi. Materi yang sesuai dengan kompetensi dasar kedua terdapat pada unit 3 (bagian 1, hal 39) dengan tema Mengapa Beo Selalu Menirukan Suara.
Kompetensi dasar ketiga yang berbunyi memahami relevansi isi dongeng terdapat kesesuaian sebanyak 1 atau 2,9% materi. Materi yang sesuai dengan kompetensi dasar ketiga terdapat pada unit 4 (bagian 1, hal 63) dengan tema Putri Kaguya.
Kompetensi dasar keempat yang berbunyi menceritakan pengalaman terdapat kesesuaian sebanyak 1 atau 2,9% materi. Materi yang sesuai dengan kompetensi dasar keempat terdapat pada unit 1 (bagian 2, hal 6) dengan tema Mengikuti Lomba Bahasa Inggris.
Kompetensi dasar kelima yang berbunyi menyampaikan pengumuman terdapat kesesuaian sebanyak 1 atau 2,9% materi. Materi yang sesuai dengan kompetensi dasar kelima terdapat pada unit 2 (bagian 2, hal 20) dengan tema Lomba Kebersihan dan Kesehatan Lingkungan Kelas.
Kompetensi dasar keenam yang berbunyi bercerita terdapat kesesuaian sebanyak 1 atau 2,9% materi. Materi yang sesuai dengan kompetensi dasar keenam terdapat pada unit 3 (bagian 2, hal 42) dengan tema Isshunboshi.
Kompetensi dasar ketujuh yang berbunyi bercerita dengan alat peraga terdapat kesesuaian sebanyak 1 atau 2,9% materi. Materi yang sesuai dengan kompetensi dasar ketujuh terdapat pada unit 4 (bagian 2, hal 65) dengan tema Muslihat Kerbau.
Kompetensi dasar kedelapan yang berbunyi membaca memindai terdapat kesesuaian sebanyak 1 atau 2,9% materi. Materi yang sesuai dengan kompetensi dasar kedelapan terdapat pada unit 1 (bagian 3, hal 8) dengan tema Denias: Kisah yang Biasa, Film yang Tidak Biasa.
Kompetensi dasar kesembilan yang berbunyi membaca cepat terdapat kesesuaian sebanyak 1 atau 2,9% materi. Materi yang sesuai dengan kompetensi dasar kesembilan terdapat pada unit 2 (bagian 3, hal 24) dengan tema Minuman Kemasan, Berbahaya! .
Kompetensi dasar kesepuluh yang berbunyi membacakan teks perangkat upacara terdapat kesesuaian sebanyak 1 atau 2,9% materi. Materi yang sesuai dengan kompetensi dasar kesepuluh terdapat pada unit 3 (bagian 3, hal 48) dengan tema Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Kompetensi dasar kesebelas yang berbunyi menceritakan kembali cerita anak terdapat kesesuaian sebanyak 1 atau 2,9% materi. Materi yang sesuai dengan kompetensi dasar kesebelas terdapat pada unit 4 (bagian 3, hal 69) dengan tema Sepeda Persahabatan.
Kompetensi dasar keduabelas yang berbunyi mengomentari buku cerita terdapat kesesuaian sebanyak 1 atau 2,9% materi. Materi yang sesuai dengan kompetensi dasar keduabelas terdapat pada unit 4 (bagian 4, hal 73) dengan tema Sepeda Persahabatan.
Kompetensi dasar ketigabelas yang berbunyi menulis buku harian terdapat kesesuaian sebanyak 1 atau 2,9% materi. Materi yang sesuai dengan kompetensi dasar ketigabelas terdapat pada unit  1 (bagian 4, hal 10) dengan tema Buku Harian.
Kompetensi dasar keempatbelas yang berbunyi menulis surat pribadi terdapat kesesuaian sebanyak 1 atau 2,9% materi. Materi yang sesuai dengan kompetensi dasar keempatbelas terdapat pada unit 2 (bagian 4, hal 29) dengan tema Berbagi Cerita dengan Sahabat.
Kompetensi dasar kelimabelas yang berbunyi menulis pengumuman terdapat kesesuaian sebanyak 1 atau 2,9% materi. Materi yang sesuai dengan kompetensi dasar kelimabelas terdapat pada unit 3 (bagian 4, hal 50) dengan tema Apakah kamu suka menulis cerpen?.
Kompetensi dasar keenambelas yang berbunyi menulis pantun terdapat kesesuaian sebanyak 1 atau 2,9% materi. Materi yang sesuai dengan kompetensi dasar keenambelas terdapat pada unit 3 (bagian 5, hal 52) dengan tema Pantun Tua.
Kompetensi dasar ketujuhbelas yang berbunyi menulis kembali dongeng yang pernah dibaca atau didengar terdapat kesesuaian sebanyak 1 atau 2,9% materi. Materi yang sesuai dengan kompetensi dasar ketujuhbelas terdapat pada unit 4 (bagian 5, hal 74) dengan tema Asal Mula Guntur.
Kompetensi dasar kedelapanbelas yang berbunyi mendengarkan dan menuliskan isi wawancara terdapat kesesuaian sebanyak 2 atau 5,8% materi. Materi yang sesuai dengan kompetensi dasar kedelapanbelas terdapat pada unit 5 (bagian 1, hal 83) dengan tema Menciptakan Lingkungan Bersih; unit 6 (bagian 1, hal 101) bertema Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok.
Kompetensi dasar kesembilanbelas yang berbunyi memahami dan menanggapi pembacaan puisi terdapat kesesuaian sebanyak 1 atau 2,9% materi. Materi yang sesuai dengan kompetensi dasar kesembilanbelas terdapat pada unit 7 (bagian 1, hal 119) dengan tema Segores Kenangan untuk Ibu Kartini.
Kompetensi dasar keduapuluh yang berbunyi menyimak dan merefleksikan puisi terdapat kesesuaian sebanyak 1 atau 2,9% materi. Materi yang sesuai dengan kompetensi dasar keduapuluh terdapat pada unit 8 (bagian 1, hal 139) dengan tema Sajak Sampah.
Kompetensi dasar keduapuluh satu yang berbunyi menceritakan tokoh idola terdapat kesesuaian sebanyak 1 atau 2,9% materi. Materi yang sesuai dengan kompetensi dasar keduapuluh satu terdapat pada unit 5 (bagian 2, hal 88) dengan tema Ki Hajar Dewantara.
Kompetensi dasar keduapuluh dua yang berbunyi bertelepon terdapat kesesuaian sebanyak 1 atau 2,9% materi. Materi yang sesuai dengan kompetensi dasar keduapuluh dua terdapat pada unit 6 (bagian 2, hal 102) dengan tema Percakapan Melalui Telepon.
Kompetensi dasar keduapuluh tiga yang berbunyi menanggapi pembacaan cerpen terdapat kesesuaian sebanyak 1 atau 2,9% materi. Materi yang sesuai dengan kompetensi dasar keduapuluh tiga terdapat pada unit 7 (bagian 2, hal 121) dengan tema Tidak Ada Maaf Bagimu! Ha!Ha!Ha!.
Kompetensi dasar keduapuluh empat yang berbunyi menjelaskan hubungan latar cerpen dengan realitas sosial terdapat kesesuaian sebanyak 1 atau 2,9% materi. Materi yang sesuai dengan kompetensi dasar keduapuluh empat terdapat pada unit 8 (bagian 2, hal 139) dengan tema Temanku Pengamen Cilik.
Kompetensi dasar keduapuluh lima yang berbunyi membaca biografi tokoh terdapat kesesuaian sebanyak 1 atau 2,9% materi. Materi yang sesuai dengan kompetensi dasar keduapuluh lima terdapat pada unit 5 (bagian 3, hal 90) dengan tema Ismail Marzuki.
Kompetensi dasar keduapuluh enam yang berbunyi menemukan gagasan utama terdapat kesesuaian sebanyak 1 atau 2,9% materi. Materi yang sesuai dengan kompetensi dasar keduapuluh enam terdapat pada unit  6 (bagian 3, hal 104) dengan tema Kewirausahaan Harus Dibina sejak Dini.
Kompetensi dasar keduapuluh tujuh yang berbunyi membaca tabel/diagram terdapat kesesuaian sebanyak 1 atau 2,9% materi. Materi yang sesuai dengan kompetensi dasar keduapuluh tujuh terdapat pada unit 6 (bagian 4, hal 106) dengan tema Tabel Kandungan Gizi.
Kompetensi dasar keduapuluh delapan yang berbunyi membaca indah puisi terdapat kesesuaian sebanyak 1 atau 2,9% materi. Materi yang sesuai dengan kompetensi dasar keduapuluh delapan terdapat pada unit 7 (bagian 3, hal 125) dengan tema Pancaran Hidup.
Kompetensi dasar keduapuluh sembilan yang berbunyi menemukan realitas kehidupan anak dalam cerpen terdapat kesesuaian sebanyak 1 atau 2,9% materi. Materi yang sesuai dengan kompetensi dasar keduapuluh sembilan terdapat pada unit 8 (bagian 3, hal 147) dengan tema Temanku Pengamen Cilik.
Kompetensi dasar ketigapuluh yang berbunyi mengubah teks wawancara menjadi narasi terdapat kesesuaian sebanyak 1 atau 2,9% materi. Materi yang sesuai dengan kompetensi dasar ketigapuluh terdapat pada unit 5 (bagian 4, hal 93) dengan tema Menciptakan Lingkungan Bersih.
Kompetensi dasar ketigapuluh satu yang berbunyi menulis pesan singkat terdapat kesesuaian sebanyak 1 atau 2,9% materi. Materi yang sesuai dengan kompetensi dasar ketigapuluh satu terdapat pada unit 6 (bagian 5, hal 110) dengan tema Surat dan Memo.
Kompetensi dasar ketigapuluh dua yang berbunyi menulis kreatif puisi pengalaman terdapat kesesuaian sebanyak 1 atau 2,9% materi. Materi yang sesuai dengan kompetensi dasar ketigapuluh dua terdapat pada unit 8 (bagian 4, hal 148) dengan tema 29 Maret, Aku Bahagia.
Dalam uraian di atas penulis menyimpulkan bahwa dari 8 unit yang terdiri atas 32 kompetensi dasar diketahui 34 atau 98,6% materi pembelajaran sesuai dengan tuntutan KTSP, dan 1,4% atau 1 kompetensi dasar tidak tercantum dalam materi buku teks. Dengan demikian, Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs Kelas VII karangan Ade Husnul, M. Hum dan Meti Istimurti, M. Pd merupakan buku yang berisi materi-materi pelajaran yang berdasarkan pada kurikulum tingkat satuan pendidikan. Materi disajikan dengan bahasa yang lugas dan singkat disesuaikan dengan Garis-garis program pengajaran kurikulum tingkat satuan pendidikan. Buku ini dapat digunakan oleh guru dan siswa sebagai buku penunjang dalam proses belajar mengajar.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar